Minggu, 09 Januari 2011

pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi masyarakat

1.Perbedaan kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu.individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri,jika individu berhasil memenuhi kepentingannya,maka ia akan merasa puas dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.

Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1) Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2) Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3) Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4) Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5) Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6) Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelompoknya.
7) Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8) Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu :
1. Fase disorganisasi yang terjadi karena kasalahpahaman (akibat pertentangan antara harapan dengan standar normative) yang menyebabkan sulit atau tidak dapatnya satu kelompok social menyesuaikan diri dengan norma ideology.
2. Fase dis-integrasi (konflik) yaitu pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti timbulnya emosi massa,protes,aksi mogok,pemberontakan,dll.Walter W.Martin dkk mengemukakan tahapan dis-integrasi sebagai berikut :
 Ketidak sepahaman anggota kelompok tentang tujuan social yang hendak dicapai.
 Norma social yang tidak membantu masyarakat dalam mencapai tujuan yang telah disepakati
 Norma yang telah dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain.
 Sanksi sudah menjadi lemah.
 Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.


2.Prasangka dan diskriminasi,dan ethnosentrisme
A.Prasangka dan diskriminasi
prasangka dan diskriminasi adalah dua hal yang ada relevansinya.kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat.Prasangka mempunyai dasar pribadi,dimana setiap orang memilikinya,sejak masih kecil unsure sikap bermusuhan sudah nampak.Melalui proses belajar dan semakin besarnya manusia,membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka.Tetapi dapat pula yang bersikap diskriminatif tanpa didasari prasangka.perbedaan poko antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasanka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan.Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat.jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan,semuanya tidak disalurkan secara wajar,biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskriminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah,dan akhirnya dibarengi dengan justifikasi diri,yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku sendiri.Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan jelas,prasangka bersumber dari suatu sikap,diskriminasi menunjuk kepada tindakan.
B.Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi:
1) Latar belakang sejarah.
2) Dilator belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional.
3) Bersumber dari factor kepribadian.
4) Perbedaaan keyakinan,kepercayaan,dan agama.

C.Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
1. Perbaikan kondisi social ekonomi
Usaha pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan bagi warga Negara Indonesia yang masih tergolong di bawah garis kemiskinan,dapat mengurangi kesenjangan social antara kaya dan miskin.melalui pelaksanaan program-program pembangunan yang didukung oleh lembaga miskin.Dengan begitu prasangka ketidakadilan dalam sector perekonomian sedikit banyak dapat dikurangi.
2. Perluasan kesempatan belajar
Usaha perluasan kesempatan belajar bagi warga Negara Indonesia paling tidak dapat mengurangi prasangka bahwa program pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat menengah ke atas.Dengan demikian prasangka tidak adil pada sector pendidikan cepat atau lambat akan hilang.
3. Sikap terbuka dan sikap lapang
Dengan sikap terbuka dan lapang diharapkan akan berlanjut dengan sikap saling menghargai,menghormati.dan menjauhkan diri dari sikap prasangka.Upaya menjalin komunikasi dua arah untuk berdialog antar golongan,kelompok social yang diduga berprasangka dengan tujuan membina kesatuan dan persatuan bangsa.

3.Pertentangan-pertentangan social /ketegangan dalam masyarakat
Tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik,yaitu:
1) Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
2) Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan,tujuan,masalah,sikap,maupun gagasan-gagasan.
3) Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan.Konflik dapat terjadi pada lingkungan :
a. Pada taraf di dalam diri seseorang,konflik menunjuk adanya pertentangan,ketidakspatian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. Pada taraf kelompok,konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu,dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan,nilai-nilai dan norma,motivasi untuk menjadi anggota kelompok,serta minat mereka.
c. Pada taraf masyarakat,konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada.

Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
a. Elimination
b. Subjugation atau domination
c. Majority rule
d. Minority consent
e. Compromise
f. Integration

4.Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi social
A) Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia
1) Suku bangsa dan kebudayaannya
2) Agama
3) Bahasa
4) Nasion Indonesia

B) Integrasi
Variabel-variabel yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi adalah :
1) Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2) Isu asli tidak asli,berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antara warga Negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,Arab).
3) Agama,sentiment agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4) Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseornag anggota golonagn tertentu.

C) Integrasi Sosial
Integrasi social (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakatmulai dari individu,keluarga,lembaga masyarakat secara keseluruhan.Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik,dominasi,tidak banyak system yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

D) Integrasi Nasional
Integrasi nasional merupakan masalah yang di alami semua Negara atau nation di dunia,yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.Contohnya perang saudara di Nigeria anatara bangsa Hausa,Fulani,Ibo dan Yoruba sehingga melahirkan Negara baru yaitu Republik Baifara.Kemudian India yang terpecah dan melahirkan Pakistan.
1) Beberapa permasalahan integrasi nasional
 Perbedaan ideology,disebabkan perbedaan falsafah hidup yang banyak berpengaruh dalam proses sosialisasinya maupun pembentukan konsepsi nalarnya.
 Kondisi masyarakat yang majemuk,yang terdiri dari berbagai kelompok etnis baik pribumi maupun keturunan asing.
 Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh,kondisi ini akan mempererat kelompok etnis tertentu.
 Pertumbuhan partai politik,memunculkan pertentangan politik dengan terjadinya demonstrasi,kerusuhan,serangan bersenjata.kekerasan politik,dll.

2) Upaya pendekatan
Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain :
Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap Ideologi Nasional.
Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah/pulau dengan membangun sarana komunikasi,informasi dan transportasi.
Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional.
Membentuk jaringan bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar