Senin, 11 Oktober 2010

Akulturasi


UNIVERSITAS GUNADARMA
Akulturasi
Yang menyangkut tentang budaya Cina yang ada di Indonesia


Akulturasi  merupakan penggabungan dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi atau  proses masuknya pengaruh kebudayaan asing di dalam suatu masyarakat, dimana sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu.
JENIS BUDAYA AKULTURASI CINA YANG ADA DI INDONESIA :
Wayang potehi
wayang potehi ini sejenis dengan wayang golek (wayang kayu), namun cerita yang di tunjukkan berasal dari legenda rakyat tiongkok, seperti Sampek Engthay, Sih Djienkoei, Capsha Thaypoo, Sungokong, dll
Bacang
bacang diyakini orang China adalah makanan untuk menghormati seorang pahlawan yang mati akibat difitnah orang bentuk peringatan yaitu makan bakcang. Makanan ini berisi daging cacah sebagai isi dari beras ketan dibungkus daun bambu dan diikat tali bambu. Di beberapa daerah yang ada di Indonesia, pernah diadakan festival memperingati sembahyang bacang atau disebut juga Duan Wuji. Festival ini disebut pehcun. Atraksi yang menjadi maskot festival ini adalah perlombaan balap perahu naga..
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou.Dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.
Kiasu
Kiasu adalah ejaan Hokkien (fujianese) untuk Bhashu / pasu. Jenis ini sangat sering di pertunjukkan di Singapura.
Istilah ini mengandung arti (kira-kira) suatu ketakutan akan tertinggal karena kurang menguasai ilmu.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya akulturasi dibagi 2, yaitu :
Faktor Intern antara lain:
  • bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
  • adanya penemuan baru yaitu:
  1. discovery
  2. invention 
  3. innovation /Inovasi
  • Konflik yang terjadi dalam masyarakat
  • Pemberontakan atau revolusi
Faktor ekstern antara lain:
  1. perubahan alam
  2. peperangan
  3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi (penyebaran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi.
Faktor pendorong perubahan sosial adalah:
  1. sikap yang selalu menghargai hasil karya orang lain
  2. keinginan untuk maju
  3. sistem pendidikan yang maju
  4. toleransi terhadap perubahan
  5. sistem pelapisan yang terbuka
  6. penduduk yang bermacam-macam
  7. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan yang tertentu
  8. orientasi ke masa depan
  9. sikap mudah menerima hal yang baru.
Glorynta Sri Bulan Nadeak
Fakultas ilmu computer dan teknologi informasi
Studentsite gunadarma : gloryn@student.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar